Sebagai bagian dari komitmen mewujudkan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), MAN Karangasem menggelar Simulasi Presentasi dan Wawancara Penilaian Mandiri Pembangunan Zona Integritas Tahun 2026 pada Jumat, 24 Juli 2026, bertempat di Ruang Auditorium MAN Karangasem. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan satuan kerja menghadapi proses penilaian Tim Penilai Nasional (TPN). Simulasi diikuti oleh Tim Zona Integritas MAN Karangasem bersama Tim Zona Integritas MAN 2 Kota Malang yang sama-sama sedang berjuang meraih predikat WBBM.
Simulasi diawali dengan presentasi dari MAN Karangasem yang disampaikan langsung oleh Kepala MAN Karangasem, kemudian dilanjutkan dengan presentasi dari MAN 2 Kota Malang. Setelah sesi paparan, kegiatan berlanjut dengan simulasi wawancara yang dirancang menyerupai mekanisme penilaian TPN. Pada sesi ini, tim berlatih menjawab berbagai pertanyaan strategis terkait implementasi enam area perubahan, bukti keberhasilan pembangunan Zona Integritas, inovasi layanan, pengelolaan sumber daya manusia, hingga dampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan publik.
Dalam sesi pendalaman, Ibu Mudayaroh menekankan pentingnya kesiapan menghadapi tahap wawancara TPN. Mengingat ini merupakan tahun ketiga perjuangan MAN Karangasem menuju WBBM dan pada dua tahun sebelumnya belum berhasil melangkah ke tahap wawancara, seluruh tim diharapkan mampu mengantisipasi berbagai pertanyaan yang bersifat strategis. Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah bagaimana madrasah mampu menunjukkan dampak nyata dari berbagai program unggulan, termasuk keberhasilan lulusan yang diterima di perguruan tinggi sebagai bukti kualitas layanan dan hasil pembangunan Zona Integritas.
Pendalaman berikutnya disampaikan oleh Bapak Aljabar yang menyoroti pentingnya menampilkan replikasi inovasi secara lebih konkret dalam materi paparan. Menurutnya, replikasi inovasi tidak cukup hanya dibuktikan melalui penandatanganan kerja sama atau MoU, tetapi harus memperlihatkan implementasi nyata, keberlanjutan program, serta manfaat yang dirasakan oleh satuan kerja lain.
Sementara itu, Ibu Mahmudah memberikan perhatian pada aspek pengelolaan sumber daya manusia. Beliau menggali lebih dalam mengenai mekanisme pembagian tugas guru dan tenaga kependidikan, pola rolling pegawai, serta sistem penilaian kinerja GTK sebagai bagian dari tata kelola organisasi yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan.
Pada sesi evaluasi, Ibu Mudayaroh menyampaikan bahwa secara umum lingkungan MAN Karangasem sudah dikenal oleh TPN sehingga menjadi nilai positif dalam proses penilaian. Namun demikian, predikat WBBM bukanlah capaian yang mudah diraih. Materi presentasi dinilai masih perlu diperkaya dengan data yang lebih kuat dan terukur karena sebagian isi paparan masih bersifat normatif. Selain itu, kesiapan teknis, penguasaan materi, kemampuan menjawab pertanyaan secara lugas, serta kekompakan seluruh tim harus terus diasah agar mampu memberikan keyakinan kepada tim penilai pada saat wawancara berlangsung.
Melalui simulasi presentasi dan wawancara ini, MAN Karangasem memperoleh berbagai masukan berharga untuk menyempurnakan strategi menghadapi penilaian nasional. Setiap evaluasi menjadi bekal dalam memperkuat eviden, mempertajam penyampaian materi, meningkatkan kesiapan teknis, serta membangun sinergi tim yang solid. Dengan semangat perbaikan berkelanjutan, MAN Karangasem optimistis dapat melangkah lebih jauh dalam proses penilaian dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.
Komentar (0)