Karangasem (26/8) — Kepedulian terhadap kesehatan emosional peserta didik terus diperkuat di lingkungan madrasah. UPTD Puskesmas Karangasem I bekerja sama dengan MAN Karangasem menggelar kegiatan Fasilitasi dan Sosialisasi Team First Aider di Aula MAN Karangasem, Rabu (26/8). Kegiatan tersebut secara khusus membekali anggota PMR Wira MAN Karangasem melalui pelatihan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP).
Kegiatan diawali dengan apresiasi dari Kepala MAN Karangasem kepada tim UPTD Puskesmas Karangasem I yang hadir memberikan pembekalan. Tim medis yang terlibat dalam kegiatan tersebut terdiri atas dr. Luh Ratnadi, Ns. Ni Made Mas Sri Ulati, S.Kep., dan Gst. Ayu Nyoman Cintiawati.
Pembentukan Team First Aider dinilai penting sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan madrasah yang lebih peduli terhadap kondisi emosional peserta didik. Teman sebaya kerap menjadi tempat pertama bagi siswa untuk bercerita ketika menghadapi persoalan. Karena itu, kemampuan untuk mendengarkan, memahami, dan mengarahkan teman yang membutuhkan bantuan menjadi bekal penting bagi kader PMR.
Dalam pemaparannya, dr. Luh Ratnadi menjelaskan bahwa P3LP merupakan bentuk pertolongan awal terhadap persoalan psikologis yang dialami seseorang. Luka psikologis memang tidak selalu terlihat secara kasatmata, tetapi dapat memengaruhi pikiran, perasaan, maupun perilaku seseorang.
Peserta diperkenalkan dengan konsep segitiga kognitif, yakni keterkaitan antara pikiran, perasaan, dan perilaku. Pemahaman tersebut diharapkan membantu para kader mengenali kondisi diri maupun orang di sekitarnya dengan lebih baik.
Tidak hanya teori, peserta juga diperkenalkan dengan tiga prinsip utama dalam P3LP, yakni Look, Listen, dan Link. Look berarti mengamati kondisi, Listen berarti mendengarkan dengan penuh perhatian, sedangkan Link berarti menghubungkan individu yang membutuhkan dengan bantuan atau layanan profesional yang tepat.
Pembekalan kemudian dilanjutkan dengan simulasi interaktif yang dipandu Ns. Ni Made Mas Sri Ulati, S.Kep. Para anggota PMR diberikan kesempatan untuk mempraktikkan cara menghadapi situasi yang membutuhkan pertolongan awal secara langsung.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Tiga anggota PMR, Alfira, Meira, dan Hanif, turut aktif menyampaikan sejumlah pertanyaan dan merespons materi yang diberikan.
Melalui kegiatan ini, PMR Wira MAN Karangasem tidak hanya dipersiapkan untuk tanggap terhadap pertolongan pertama secara fisik, tetapi juga semakin peka terhadap kondisi emosional teman sebaya. Bekal tersebut diharapkan mampu menumbuhkan budaya saling peduli, mendengar, dan memberikan dukungan secara tepat di lingkungan madrasah.
Komentar (0)