Upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik terus diperkuat oleh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Karangasem. Sebagai salah satu satuan kerja yang diusulkan menuju predikat **Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM)**, MAN Karangasem mengikuti **Zoom Penguatan dan Koordinasi Persiapan Penilaian Zona Integritas (ZI) Tahun 2026** yang diselenggarakan oleh Tim Kerja Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Kementerian Agama Republik Indonesia, Selasa (7/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti secara daring dari Audit Corner MAN Karangasem oleh koordinator enam area perubahan Zona Integritas.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Unit Eselon I Pusat, Biro Ortala Kementerian Agama, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Badan Moderasi Beragama dan Penguatan Sumber Daya Manusia, 33 satuan kerja yang diusulkan menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), serta dua satuan kerja yang diusulkan menuju predikat WBBM, termasuk MAN Karangasem. Pertemuan ini bertujuan memberikan penguatan, menyamakan persepsi, sekaligus memastikan kesiapan seluruh satuan kerja dalam menghadapi rangkaian penilaian Zona Integritas Tahun 2026.

Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai perkembangan capaian pembangunan Zona Integritas di lingkungan Kementerian Agama. Disampaikan bahwa Kementerian Agama terus menunjukkan peningkatan prestasi dalam perolehan predikat WBK maupun WBBM dibandingkan dengan kementerian dan lembaga lainnya. Capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh satuan kerja untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola organisasi dan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam arahannya, Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Muhammad Syafi'i, menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas merupakan implementasi Asta Cita ketujuh Presiden Republik Indonesia yang harus diwujudkan oleh seluruh kementerian dan lembaga sebagai bagian dari reformasi birokrasi nasional. Menurutnya, meskipun secara nasional jumlah instansi yang berhasil meraih predikat WBK dan WBBM masih relatif rendah, Kementerian Agama mampu menunjukkan kinerja yang membanggakan melalui berbagai satuan kerja yang berhasil memperoleh predikat tersebut.

Wakil Menteri Agama juga menyampaikan bahwa tantangan dalam pembangunan Zona Integritas tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan anggaran, tetapi juga ditentukan oleh kualitas kepemimpinan, komitmen, dan solidaritas seluruh unsur organisasi. Ia memberikan apresiasi kepada satuan kerja yang telah berhasil meraih predikat Zona Integritas serta berharap Kementerian Agama mampu menjadi rujukan nasional dalam pembangunan budaya kerja yang berintegritas dan berorientasi pada pelayanan publik.

Penguatan teknis kemudian disampaikan oleh Ketua Tim Ortala Kementerian Agama RI, Siti Mudayaroh. Dalam paparannya dijelaskan bahwa saat ini seluruh satuan kerja masih berada pada tahapan menunggu hasil seleksi administrasi. Selama proses tersebut berlangsung, seluruh tautan pada Lembar Kerja Evaluasi (LKE) harus dipastikan tetap dapat diakses dengan baik, namun tetap memperhatikan aspek keamanan data dan dokumen yang diunggah.

Selain itu, dijelaskan bahwa periode survei Zona Integritas menggunakan data pada periode berjalan. Oleh karena itu, seluruh satuan kerja diminta menyiapkan data dukung terbaru, termasuk hasil survei, sebagai bahan yang akan digunakan pada tahap wawancara apabila dinyatakan lolos seleksi administrasi. Mekanisme penilaian akan mempertimbangkan capaian terbaik yang dimiliki satuan kerja dengan tetap mengedepankan kesesuaian antara implementasi di lapangan dan dokumen yang disampaikan melalui LKE.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa strategi pembangunan Zona Integritas menuju WBBM perlu disesuaikan dengan karakteristik masing-masing satuan kerja. Dua Madrasah Aliyah Negeri yang diusulkan menuju WBBM, yakni MAN Karangasem dan MAN 2 Kota Malang, diharapkan mampu menampilkan identitas, inovasi, serta praktik baik yang menjadi keunggulan masing-masing sehingga memiliki nilai pembeda di hadapan Tim Penilai Nasional (TPN).

Tim Ortala juga mengingatkan bahwa tahapan wawancara akan dilaksanakan tidak lama setelah pengumuman hasil seleksi administrasi. Oleh karena itu, seluruh satuan kerja diharapkan mempersiapkan materi presentasi secara matang, menyampaikan jawaban secara lugas sesuai pertanyaan yang diajukan, serta mampu menunjukkan keterkaitan enam area perubahan sebagai satu kesatuan dalam mewujudkan organisasi yang berintegritas, berkinerja tinggi, dan memberikan pelayanan publik yang berkualitas. Bukti perubahan melalui data sebelum dan sesudah pelaksanaan program (before-after) juga menjadi salah satu aspek penting yang perlu ditampilkan selama proses penilaian.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang dimanfaatkan oleh peserta untuk memperoleh penjelasan lebih rinci mengenai mekanisme penilaian dan strategi menghadapi tahapan evaluasi berikutnya. Melalui kegiatan penguatan ini, MAN Karangasem semakin memantapkan komitmen dalam membangun Zona Integritas secara berkelanjutan, memperkuat sinergi antararea perubahan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani pada tahun 2026.