Karangasem, 10 Agustus 2026 — Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi bagian yang semakin dekat dengan kehidupan pelajar. Untuk membekali murid dengan pemahaman yang tepat dalam memanfaatkan teknologi tersebut, MAN Karangasem menerima kegiatan Training of Trainer (TOT) AI yang dilaksanakan oleh Tim SDM Polres Karangasem, Senin (10/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung 2 MAN Karangasem tersebut diikuti oleh 100 murid perwakilan kelas XI dan XII. Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, serta sambutan Kepala MAN Karangasem, Heri Mashuri, S.Pd.I., S.Pd. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Kasat Binmas Polres Karangasem sebelum memasuki sesi utama.

Materi TOT AI disampaikan oleh I Gede Eka Sumardiana, S.H., M.H. Dalam pemaparannya, peserta diajak memahami perkembangan dan pemanfaatan AI secara bijak, bertanggung jawab, serta tetap memperhatikan aturan hukum dan norma yang berlaku.

Tidak hanya membahas kemudahan yang ditawarkan teknologi AI, kegiatan ini juga memperkenalkan Senopati Academy, sebuah platform pembelajaran AI bagi pelajar Indonesia. Melalui materi tersebut, murid diarahkan untuk melihat AI sebagai alat bantu dalam proses belajar dan berkarya, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir dan tanggung jawab pengguna.

Pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan juga memiliki tantangan tersendiri. Karena itu, peserta diberikan pemahaman bahwa setiap informasi maupun hasil yang diperoleh melalui teknologi AI tetap perlu ditelaah, diperiksa, dan digunakan secara bertanggung jawab.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Para murid berkesempatan menyampaikan pertanyaan serta berbagi pengalaman mengenai penggunaan AI yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam kegiatan pembelajaran.

Kegiatan TOT AI ini menjadi bagian penting dalam membangun literasi digital murid MAN Karangasem. Generasi digital tidak cukup hanya memiliki kemampuan mengoperasikan teknologi, tetapi juga perlu memiliki kesadaran untuk menggunakannya secara etis, cerdas, dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, murid diharapkan mampu memanfaatkan perkembangan AI sebagai sarana pendukung pembelajaran dan kreativitas, sekaligus memahami batasan penggunaannya agar teknologi dapat memberikan manfaat tanpa mengabaikan aturan, etika, dan tanggung jawab.