Hubungan antara madrasah dan alumni terus terjalin melalui berbagai bentuk dukungan akademik. MAN Karangasem memfasilitasi Rafli Aditya Ilmi, alumni tahun 2023 yang kini menempuh pendidikan S1 Pendidikan Sosiologi di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, dalam melakukan pengambilan data untuk kebutuhan penyusunan skripsinya.

Penelitian tersebut menjadi salah satu syarat bagi Rafli untuk menyelesaikan pendidikan sarjananya. Ia mengangkat tema implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) berbasis Deep Learning dalam pembelajaran di MAN Karangasem.

Untuk memperoleh data penelitian, Rafli menggunakan sejumlah metode, yakni wawancara, observasi, dan studi dokumen. Pengambilan data melibatkan beberapa narasumber di lingkungan MAN Karangasem yang memiliki keterkaitan dengan penerapan kurikulum dan proses pembelajaran.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Lani Mega Safitri, turut memberikan pendampingan dalam proses penelitian. Ia membantu Rafli merumuskan permasalahan yang berkaitan dengan skripsinya sekaligus memberikan pemahaman bahwa penerapan KBC memiliki keterkaitan dengan konsep Deep Learning dalam pembelajaran.

Selanjutnya, Annisa Mardatilla, selaku pengampu mata pelajaran Sosiologi, memberikan informasi mengenai penyusunan pembelajaran berbasis KBC dengan pendekatan Deep Learning pada mata pelajaran Sosiologi. Ia juga memberikan perangkat ajar yang digunakan sebagai bahan analisis dalam penelitian Rafli.

Sementara itu, Anita Rahmat, Asisten Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, memberikan informasi mengenai proses penyusunan perangkat ajar yang dilakukan para guru MAN Karangasem dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip KBC.

Rangkaian pengambilan data tersebut memberikan kesempatan bagi Rafli untuk kembali berinteraksi dengan almamater sekaligus melihat perkembangan pembelajaran yang diterapkan di madrasah. Dukungan dari berbagai pihak di MAN Karangasem menjadi bagian penting dalam membantu kelancaran penelitian yang sedang diselesaikannya.

Bagi Rafli, dukungan MAN Karangasem memiliki makna tersendiri. Menurutnya, madrasah tidak hanya membekali peserta didik selama menempuh pendidikan, tetapi juga terus memberikan dorongan kepada alumni untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan diri.

Ia menyampaikan bahwa MAN Karangasem selalu mengajarkan pentingnya untuk terus berusaha dan belajar serta tidak berhenti menuntut ilmu. Pendidikan, menurutnya, merupakan salah satu hal penting yang dapat menjadi bekal dalam meraih kesuksesan.

Dukungan madrasah terhadap perjalanan pendidikan Rafli bahkan telah dimulai sejak proses penerimaan mahasiswa baru. Saat mendaftar melalui jalur SNBT, Rafli memperoleh pendampingan dari MAN Karangasem untuk melakukan pendaftaran KIP Kuliah. Pendampingan tersebut turut membantu Rafli hingga akhirnya berhasil memperoleh beasiswa yang membebaskannya dari pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa peran madrasah bagi peserta didik dapat terus berlanjut meskipun mereka telah menyelesaikan pendidikan di tingkat madrasah. Pendampingan akademik, motivasi, hingga dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan menjadi bagian dari upaya membangun hubungan positif antara almamater dan alumni.

Melalui pelayanan terhadap alumni dalam kegiatan penelitian ini, MAN Karangasem menunjukkan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi akademik. Kehadiran alumni yang kembali ke madrasah untuk melakukan penelitian juga menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman dan memperkuat hubungan antara generasi yang telah lulus dengan lingkungan almamater.

Semoga penelitian Rafli Aditya Ilmi dapat berjalan lancar dan memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian mengenai Kurikulum Berbasis Cinta dan pendekatan Deep Learning dalam pembelajaran. Lebih dari itu, perjalanan Rafli diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik MAN Karangasem untuk terus melanjutkan pendidikan, berkarya, dan tidak berhenti belajar dalam meraih cita-cita.