CERMIN DIRI, BELAJAR DARI EVALUASI SEKOLAH RAMAH ANAK (SRA)

Kamis, 10 Oktober 2019 bertempat  di Aula Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Karangasem yang berada di jalan Untung Surapati Karangasem, Kepala MAN Karangasem menugaskan salah satu gurunya Zakkiyah, untuk mengahadiri acara Pengajuan Calon Penerima Penghargaan Sekolah Ramah Anak (SRA)  tahun 2020.  Sesuai disposisi surat bernomor 490/798/DP3A tentang Rapat Persiapan Evaluasi Sekolah Ramah Anak. Acara dipimpin langsung oleh Kabid Perlindungan Anak, Nyoman Sukerti. Hadir pada acara tersebut: dari Kementrian Agama Kabupaten Karangasem, Komang Asmuni dan Dinas Pendidikan Karangasem, Sudiati.

Evaluasi berkisar antara kegagalan Karangasem meraih penghargaan dan disisi lain keberhasilan SD 6 Pemecutan sebagai yang pemenang  terbaik. Secara runut Nyoman Sukerti menyampaikan penyebab keberhasilan SD 6 Pemecutan sebagai berikut:

  1. Seluruh meja belajar ujungnya ditumpulkan
  2. Tidak ada tanaman berduri
  3. Tidak ada kerikil tajam
  4. Kantin yang ramah, dengan tidak menyediakan makanan berbungkus plastik atau sejenis snack, serta tidak tersedianya minuman berwarna.

Pada kesempatan yang sama, diberikan beberapa questioner yang harus diisi oleh masing-masing sekolah/madrasah yang mewakili dan didapatkan kesepakatan untuk menyetorkan questioner dan bukti fisiknya pada hari Rabu, 16 Oktober 2018. Isian ditujukan pada beberapa komponen sekolah/madrasah yaitu:

  1. Kepala sekolah/madrasah
  2. Guru
  3. Guru BK
  4. Wakil Siswa kelas X, XI dan XII, dengan penyertaan profile sekolah yang penyusunannya dipandu pada link (bit.ly/profilsra)  sementara questioner dirujuk pada link (bit.ly/profilsra).

Adapun mekanisme yang dilalui pada penilaian ini adalah, diawali dengan pengisian questioner dan dikumpulkan pada hari yang telah disepakati, lanjut pihak kabupaten akan mengirim berkas ke Provinsi, Provinsi akan memvisitasi dan kroscek data bukti visik ke lapangan. Dari Provinsilan yang akan mengirim berkas ke pihak Kementerian. Besar harapan, agar seluruh sekolah/madrasah mendapatkan penghargaan untuk lebih memotivasi diri.

Lebih lanjut Komang Asmuni menambahkan, adanya upaya pada pihak sekolah/madrasah membuat inovasi yang unik, murah, meriah agar ketika visitasi dilakukan secara mendadak akan meninggalkan kesan mendalam, wajar dan apa adanya.

Visitasi akan dilakukan secara mendadak tanpa pemberitahuan, langsung menuju sekolah/madrasah yang bersangkutan dan menginterview para pihak, seperti satpam, penjaga kantin, siswa dan warga sekolah yang ditemui.

Diskusi berlangsung hangat dan kekeluargaan. Banyak usulan yang mengalir tak terkecuali dari diantaranya Kepala SDN no 1 Karangasem, yang banyak memberi sumbang saran, untuk menggeliatkan SRA di seluruh Kabupaten Karangasem.

Maju Bersama SRA

Siswa Senang, Guru Tenang, Orang Tua Bahagia.

Mari Hijrah Hati, Menuju Sekolah Ramah Anak.

Yes ramah-ramah, No marah-marah. (#Zh 68)