Semangat Siswa Siswi MAN Karangasem Mengikuti Seleksi OSIS Masa Bhakti 2019/2020

OSIS merupakan sebuah wadah yang memfasilitasi para siswa untuk bekerja sesuai tugasnya masing-masing demi kepentingan sekolah dan seluruh siswa. Selain itu, OSIS juga berfungsi sebagai pendorong berkembangnya kemampuan dan kreativitas siswa. Di MAN Karangasem sendiri OSIS sangat dibutuhkan keberadannya karena dapat membantu program program yang berhubungan dengan siswa.

“Suatu organisasi akan mengalami kemajuan jika terjadi sebuah pergantian kepimpinan”, tutur Bapak Kepala MAN Karangasem saat memberi amanat ketika upacara bendera hari Senin. Hal tersebut mendorong semangat siswa-siswi MAN Karangasem berlomba-lomba mengikuti seleksi kepengurusan anggota OSIS. Tercatat ada sekitar 65% siswa-siswi yang terdiri dari kelas X dan XI mengikuti tahap seleksi tulis yang diadakan oleh pembina OSIS. Siswa-siswi kelas XII sengaja tidak diberi jatah mengikuti seleksi supaya mereka lebih fokus dalam menghadapi UN.

Pembina OSIS  berupaya mengadakan seleksi ketat dengan berbagai macam tes diantaranya tes tulis, tes fisik, dan tes wawancara. Tes tersebut bertujuan untuk mencetak calon anggota OSIS yang berkualitas dari segi akhlak dan pengetahuan. Tes tulis yang diadakan pada tanggal 21-23 Agustus 2019 menghasilkan 36 anggota terpilih dari 172 peserta tes, dan akan mengikuti tes fisik dan tes wawancara  pada hari Minggu, 25 Agustus 2019.

Tepat pukul 07.00 WIB, ketika orang-orang sedang sibuk pergi liburan. Para peserta yang lolos dituntut untuk berkorban. Tidak hanya berkorban waktu, namun juga berkorban perasaan. Dengan sedikit harapan dan peluang yang sangat kecil mereka mau datang ke sekolah untuk mengikuti tes selanjutnya. Mereka tahu, hanya orang-orang yang memiliki bakat dan keberuntunganlah  yang akan mampu bertahan sampai akhir. Hal itu, justru membuat mereka sangat antusias dalam mengikuti tes fisik dan wawancara. Namun sekitar 5 orang tidak dapat menghadiri tes karena alasan tertentu.

Dimulai dengan berbaris, kemudian pengarahan pembina, dilanjutkan sarapan bersama, hingga pembagian kelompok. Mereka nantinya terbagi dalam 5 kelompok dengan nama-nama planet. Dari mulai Mars, Jupiter, Venus, Uranus, sampai Saturnus. Dimana masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang. Dan setiap kelompok akan di uji dengan ujian yang berat. Mereka akan melewati 5 pos, dimana masing-masing pos akan ada tantangan yang harus di lewati. Pos tersebut sesuai dengan 5 seksi yang ada dalam OSIS MANSAKA. Dan setidaknya tiap kelompok sudah ada gambaran mengenai tantangan yang akan diberikan.

Tali hitam menjadi satu-satunya petunjuk untuk menuju ke pos. Mereka dituntut peka dan jeli untuk melihat. Sehingga kerjasama mulai tumbuh antara mereka dan rasa saling peduli yang mulai ada. Dengan berbekal seadanya, mereka akan melewati perjalanan sejauh 5 km. Tentu bukan sesuatu yang mudah, karena mereka dihadapkan dengan medan yang sulit. Dengan percaya diri dan semangat yang tinggi, semua itu mereka anggap ujian semata.

Pos seni adalah momok yang menakutkan bagi para peserta. Karena, disanalah kerja sama dan kepedulian di uji. Dengan tantangan yang sangat menarik seperti menampilkan seni daerah, dan menghasilkan produk. Hal itu tentu sangat sulit, dibanding waktu tes yang diberikan hanya 30 menit. 47 menit adalah waktu yang paling cepat diantara semua kelompok. “Kami ingin membentuk jiwa-jiwa pemimpin yang bertanggung jawab dengan kreatif ”, kata seorang penguji. Di pos lainnya, mereka juga di uji sesuai nama seksi pos itu. Nantinya para penguji akan memberi nilai kepada masing-masing peserta.

Kejujuran memang sangat penting, hal itu juga dilakukan kepada setiap peserta. Mereka akan di panggil keruang khusus untuk melakukan tes wawancara. Di pandu oleh Pak Sukri, salah satu pembina OSIS MANSAKA. “Saya ditanya masalah pacaran, saya jawab seadanya”, tutur Ayuk salah seorang peserta. Memang pacaran menjadi buah bibir yang hangat di MANSAKA.Calon anggota OSIS dituntut berkomitmen agar tidak berpacaran. Karena pacaran membuat generasi muda islam makin jauh dari agama. “Jika pacaran ada nilai positifnya, tunjukan saya contohnya”, tegas seorang guru.

Tepat hari rabu, 28 Agustus 2019, setelah pulang sekolah. Para peserta yang mengikuti tes pada hari minggu berkumpul di ruang OSIS. Pembina sudah siap mengumumkan hasil tes, dan siap menetapkan penggurus anggota baru. “Terima kasih kepada kalian yang sudah berpatisipasi, dengan berat hati saya akan mengeluarkan nama-nama yang di sebutkan”, pembukaan dari seorang pembina. Tentu saja saya yang mengikuti tes sangat deg-degan  saat akan mendengar hasil keputusan itu. Akhirnya setelah dibacakan, yang tersisa hanya 24 orang dalam ruangam OSIS. Rasa sedih dan kehilangan bercampur rasa senang karena lulus, itu yang di rasakan peserta yang lulus. Mereka berharap kepada peserta yang tidak lulus bisa bergabung di tahun depan dengan mereka. “Selamat kepada para peserta yang lulus, semoga kalianlah orang-orang yang akan memajukan madrasah dengan penuh rasa tanggung jawab”,kata Alfin Ketua OSIS MANSAKA di akhir penutupan.